Jurnalis Harus Miliki Literasi Agama

Loading...
Jurnalis Harus Miliki Literasi Agama

CAMBRIDGE - Jurnalis berperan penting menyampaikan pemberitaan agama dalam sebuah nuansa. Dengan tugas yang menantang, para jurnalis harus memiliki literasi religi.

Director of Religious Literacy Project yang juga pengajar senior di Center for the Study of Word Religions, Harvard Divinity School US, Diane Moore menjelaskan, para jurnalis tidak bisa membuat klaim universal bahwa semua negara Muslim mewarisi kekerasan.

Negara-negara Muslim sangat berbeda. Arab Saudi adalah representasi negara Muslim yang menantang, tapi ini bukan representasi tunggal atas Islam. Ada diversitas internal dalam sebuah agama. Klaim universal tentang sebuah agama adalah hal problematik. Tapi, Moore paham perspektif jurnalis yang menemukan banyak representasi agama dalam cara yang disederhanakan.

''Kita lihat kesalahan interpretasi mendasar agama, atau yang saya sebut iliterasi religi, merupakan faktor pendorong yang membentuk kultur di AS.

Dibanding menyalahkan para profesional karena tak punya nuansa lebih memahami agama, adalah kritikal bagi kami sebagai para pakar ilmu, untuk menjangkau dan menciptakan peluang untuk bertukar informasi dan membangun kemitraan,'' ungkap Moore dalam wawancaranya di Harvard Gazette beberapa waktu lalu.

Bila para jurnalis tak memiliki literasi religi, konsekuensinya akan luar biasa. Moore sendiri fokus untuk membangun pemahaman publik terhadap agama. Dan jurnalis merupakan garis depan yang kritis dalam membantu mempercepat pemahaman yang lebih baik atas agama.

Para ulama harus belajar banyak dari jurnalisme dalam hubungan bagaimana menerjemahkan ide-ide rumit ke masyarakat umum. Para jurnalis juga harus belajar kepada para ulama bagaimana memiliki pandangan yang lebih bernuansa terhadap agama. Sebab keduanya ingin masyarakat umum memiliki ikatan lebih baik dan lebih bertanggungjawab atas agamanya dalam kehidupan manusia.

Menurut Diane Moore, tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Dengan literasi agama yang lebih baik, masyarakat bisa menghentikan kebiasaan membuat selubung klaim mengenai satu kelompok agama.

''Dan saya harap masyarakat yang mendengarkan hal-hal terkait agama yang kemudian disederhanakan akan punya pengetahuan lebih baik untuk menerima hal itu dan mulai merekognisi hal tersebut sebagai problema,'' kata Moore menambahkan.[Rep]
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.