Kesal Karena Ditolak di Masjid, Djarot Sampai Bilang Begini

Loading...
Kesal Karena Ditolak di Masjid, Djarot Sampai Bilang Begini

Sempat mengalami penolakan oleh jemaah Masjid Jami'Al'Atiq, saat menunaikan ibadah salat Jumat, calon wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, penolakan tersebut merupakan persoalan agama yang dipolitisasi.

Ia pun mempertanyakan, perbuatan yang dilakukan oleh jemaah yang menolaknya.

"Nolak (perbuatan) seperti apa itu?, masalah agama yang dipolitisir," ujar Djarot, saat ditemui di Aula Serbaguna Jakarta Islamic Centre, Jakarta Utara, Sabtu (15/4/2017).

Mantan Wali Kota Blitar itu pun menegaskan yang saat ini hendak dipilih oleh warga, merupakan pemimpin pemerintahan, bukan agama.

"Yang kita pilih itu kan pelayan warga, pemimpin pemerintahan, bukan pemimpin agama," tegaa Djarot.

Selain itu, ia juga meyakini mayoritas warga ibukota memahami Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila.

Sehingga tiap warga memiliki hak dan kebebasan dalam menggunakan hak suaranya, baik dipilih maupun memilih.

"Banyak warga sudah sadar bahwa ini negara Pancasila, di mana warga memiliki hak untuk dipilih dan memilih," jelas Djarot.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menilai warga DKI saat ini sudah sangat cerdas.

Mereka bisa menentukan pilihan mereka sendiri dan mampu menjaga kota yang dihuninya.

"Saya yakin warga Jakarta sangat cerdas, sangat dewasa dan bisa menjaga kotanya sendiri," kata Djarot.[tn]
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.