Kompas, Jokowi dan PDIP Gagal Halangi Kemenangan Gubernur Muslim

Loading...
Kompas, Jokowi dan PDIP Gagal Halangi Kemenangan Gubernur Muslim

Lantunan doa dan takbiran bergema di sejumlah masjid saat proses pencoblosan di TPS. Ribuan umat berkumpul di berbagai tempat dan menghalau massa kotak-kotak yang dicuragai hendak membuat kekacauan.

Inilah hari paling bersejarah bagi kebangkitan Islam yang dimotori oleh Habib Rizieq, para ulama kritis dan aktivis masjid. Tampil gagah dan solid memenangkan gubernur muslim di jantung strategis ibu kota negara.

Habib Rizieq dan para ulama tidak hanya sukses menyatukan kekuatan suara warga DKI untuk menangkan Anies-Sandi, tapi perjuangan selanjutnya adalah membawa terdakwa penista agama ke penjara.

Sebab penistaan atas kesucian Al Qur'an yang dilakukan terdakwa politisi keturunan Cina alias Ahok telah menyiram luka mendalam di hati jutaan umat beragama di negeri ini.

Perbuatan bejat dan keji tersebut bahkan telah menimbulkan saling curiga dan ketegangan antar umat beragama. Dan sangat menyedihkan para ulama yang menuntut keadilan dikriminalisasi dan diperlakukan semena-mena oleh rezim Jokowi.

Kini arus kebangkitan Islam makin membesar seiring dengan kemenangan gubernur muslim. Hadirnya solidaritas dan spirit Aksi Bela Islam makin menimbulkan ketakutan oleh rezim Jokowi, PDIP dan Kompas alias komando pastur.

Segala upaya licik, intimidasi dan teror dilakukan guna mencegah aspirasi jutaan rakyat Jakarta untuk menangkan Anies-Sandi. Tapi ulama dan jutaan umat Islam berhasil melakukan perlawanan.

Kemenangan Anies-Sandi adalah bonus dari solidaritas ulama dan jutaan rakyat yang terlibat dalam Aksi Bela Islam bertajuk gerakan Al Maidah 51.

Api perjuangan tidak berhenti pada kemenangan gubernur muslim memimpin Jakarta, namun gerakan Aksi Bela Islam akan terus bergema untuk melawan ketidakadilan di negeri ini. Allahu Akbar !!!

--19 April 2017--

Faizal Assegaf (Progres 98)
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.