Polisi Curigai Calon Pembeli Gamis di Rumah Novel Baswedan

Loading...
Polisi Curigai Calon Pembeli Gamis di Rumah Novel Baswedan

Polisi mencurigai seorang pria berperawakan besar yang datang ke kediaman Novel Baswedan untuk membeli gamis pada pekan lalu. Kecurigaan ini untuk mengusut insiden penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal terhadap penyidik KPK itu pada Selasa (11/4).

Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, kecurigaan tersebut muncul setelah polisi memeriksa asisten rumah tangga Novel.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh penyelidik, sosok pria tersebut datang ke rumah Novel dan menanyakan barang yang tidak dijual oleh istri, Rina Emilda.

"Baru terungkap, pekan lalu ada yang bertanya ke asisten rumah tangga apakah jual gamis laki-laki. Padahal sudah tahu jualnya gamis perempuan. (Istri Novel) memang membuka toko gamis," kata Awi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/4).

Awi mengatakan, penyelidik masih perlu menggali informasi lebih lanjut lagi terkait keterangan asisten rumah tangga Novel itu. Menurutnya, penyelidik belum dapat menyimpulkan apakah sosok pria berperawakan besar itu terlibat dalam insiden yang membuat Novel harus menjalani pengobatan ke Singapura.

"Apa ada kaitannya atau tidak, ini proses pemeriksaan mendetail dan mendalam," tutur mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Lebih dari itu, Awi mengatakan, pihaknya telah meningkatkan pengamanan di sekitar kediaman Novel. Pengamanan untuk keluarga Novel ini terdiri dari personel Polsek Kelapa Gading, Polres Jakarta Utara, dibantu Polda Metro Jaya.

Mereka terdiri dari polisi berseragam dan aparat berpakaian sipil. Namun, Awi tak menyebutkan jumlah personel pengamanan yang kini dikerahkan untuk mengamankan keluarga Novel.

"Ada yang pengamanan terbuka pakai seragam, ada dari Polsek Kelapa Gading, maupun Polres Jakarta Utara, di-backup Polda Metro. (Polisi) yang berpakaian preman juga ada," ujarnya.

Polisi menyatakan telah memeriksa 15 orang sebagai saksi terkait insiden penyiramaan air keras Novel. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan saksi yang diperiksa diyakini berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi.

"(Saksi itu) yang mengetahui, mendengar dan yang melihat. Terutama yang berkaitan dengan (kejadian) saat di samping rumah. Yang mengetahui jam berapa dia keluar, apakah ada yang melihat kendaraan masuk dan sebagainya," kata Argo.. [cnn]
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.