Tercium Bau Busuk Tiko Dari Hasil Survei Charta Politika

Loading...
Tercium Bau Busuk Tiko Dari Hasil Survei Charta Politika

MEMPUBLIKASIKAN hasil riset sebaiknya didasarkan pada niat yang positif. Sehingga hasil riset tersebut mampu bersinergi dengan riset riset yang lain.

Sebuah riset yang hanya sekedar mencari perhatian dan uang semata sangat mudah untuk dicari kebusukannya.

Mari kita simak survei Charta Politika yang dirilis 15 April 2017. Berdasarkan surveI yang diadakan pada 5-12 April 2017, suara Aies-Sandi hanya 44,8 persen, sedangkan Ahok-Dajrot melesat dengan kecepatan supersonic dengan 47,3 persen.

Margin eror survei tersebut adalah pas 2,5 persen sehingga diasumsikan kedudukan adalah imbang. Apalagi terdapat 19 persen warga menjawab tidak tahu.

Ketidakhati-hatian tampak pada penjelasan berikutnya dari Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Seperti yang tertulis di banyak media, disebutkan bahwa elektabilitas Ahok-Djarot naik pesat, Februari Ahok-Dajrot hanya 41 persen. Sedangkan Anies-Sandi cenderung stagnan karena Februari hanya menyentuh angka 44,5 persen.

Coba cek kembali, hasil survei Charta Politika di rilis 12 Februari 2017 menyebutkan bahwa Ahok-Djarot unggul dengan 39 persen dan Anies-Sandi hanya 31,9 persen.

Lalu darimana asal muasal angka Ahok-Djarot dapat 41 persen dan Anies-Sandi 44,5 persen? Dan uniknya, kenapa tidak ada survei bulan Maret?

Sebuah bau busuk yang tercium tak akan hilang sebelum Charta Politika menjelaskan perbedaan survei Februari tersebut. Kenapa di bulan yg sama terdapat dua survei dengan hasil berbeda oleh lembaga yang sama.

Akhir kata selamat Hari Paskah kepada Yunarto dan Ahok, semoga swing voters percaya hasil surveinya.

Ziyad Falahi

Penulis adalah dosen FISIF UPN Veteran Jakarta
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.