Sambangi Balai Kota, Sutiyoso Beri Komentar Mengejutkan Soal Reklamasi.

Loading...


Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengatakan, pembatalan reklamasi di Teluk Jakarta bisa menimbulkan iklim investasi yang tidak baik di Indonesia. Sebab, Sutiyoso menyebut banyak investor yang terlibat dalam proyek tersebut, termasuk kemungkinan adanya investor asing.

"Kalau tiba-tiba saklek aja kita batalkan (reklamasi), barangkali itu menimbulkan iklim investasi yang tidak baik di Indonesia. Cerita itu lalu ke mana-mana," ujar Sutiyoso, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (21/11/2017).

Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memiliki kebijakan yang berbeda pada masa Pilkada DKI Jakarta 2017, yakni menghentikan reklamasi. Sutiyoso menyebut kedua hal itu harus dipikirkan dan dicari jalan tengahnya.
font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 18px; text-align: justify;">
"Anies-Sandi mempunyai kepentingan sebagai kepala daerah, menyelamatkan lingkungan dan utamanya nelayan. Jadi, tadi sudah saya berikan saran, bagaimana mencari win-win solution yang paling penting adalah para nelayan ini terurus," kata dia.

Meski begitu, Sutiyoso tidak menjelaskan saran yang dia berikan kepada Anies-Sandi. Dia hanya menegaskan, proyek reklamasi harus memiliki izin analisis dampak lingkungan (amdal).

Menurut Sutiyoso, proyek reklamasi bukanlah barang tabu. Banyak negara di dunia yang melakukan reklamasi, di antaranya Singapura. Sutiyoso mengingatkan syarat utama reklamasi yakni amdal.

"Saya melihat reklamasi yang jalan sekarang ini amdalnya belum selesai, persyaratannya belum selesai, sudah langsung jalan secara intens. Itu memberikan peluang untuk digempur habis," ucap Sutiyoso.

Sutiyoso mengingatkan, Anies-Sandi harus mengambil langkah yang bijaksana untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Sumber: Kompas.com
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.